Cerita Legenda Terjadinya Danau Kastoba di Pulau Bawean Gresik

Posted on
Cerita Legenda Tentang Danau Kastoba Bawean Gresik
Cerita Legenda Asal-Usul Tentang Sejarah di Balik Asal Mula Terjadinya atau Terbentuknya Danau Kastoba yang beralamatkan di Desa Paromaan Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur.
 

Siapa yang tidak tahu Danau Kastoba, Danau yang menjadi objek wisata alam paling banyak diminati yang ada di Pulau Bawean. Yang terletak di Desa Paromaan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, di puncak ketinggian dan berada di tengah-tengah Pulau Putri Bawean.

Danau ini memiliki pemandangan yang indah dan juga hawa yang sejuk, di tempat ini juga terdapat pohon raksasa yang umurnya sudah ratusan tahun. Tidak hanya menawarkan keindahan saja, dibalik pemandangannya yang indah tersimpan banyak cerita misteri yang sangat menarik terkait dengan asal-usulnya.

 
Terjadinya Danau Kastoba
 
Cerita Legenda Tentang Danau Kastoba Bawean Gresik
 
Menurut cerita masyarakat Bawean, Pulau Bawean pada zaman dahulu masih bernama Pulau Majeti. Di tengahnya terdapat pohon besar dan rindang sehingga jika ada seseorang berdiri di bawahnya bisa menjangkau sebagian daun dari pohon besar tersebut.
 
Pada waktu itu Pulau Majeti diperintah oleh Ratu jin yang sangat berwibawa. Bahkan semua makhluk yang ada di daerah kekuasaanya pun tunduk kepadanya Ratu jin tersebut, baik makhluk yang tak kasat mata, maupun makhluk yang berwujud.
 
Ratu jin di Pulau Majeti tersebut sangat dikenal oleh ratu-ratu jin lain di nusantara ini, karena di daerah kekuasaannya terdapat sebuah pohon sakti yang tidak dimiliki ratu jin lain di kepulauan nusantara ini. Pohon sakti tersebut memiliki ukuran yang sangat besar dan juga rindang, terletak di tengah Pulau Majeti.
 
Oleh sebab itu, Ratu Jin selalu mengubah kebijaksanaanya setiap waktu. Hal itu dilakukan demi menyelamatkan pohon besar tersebut. Ia berupaya keras untuk melestarikan pohon kebanggaanya tersebut. Untuk itu, dipanggillah beberapa jin pengawal dari kerajaan.
 
“wahai pengawalku!”“Ya Ratu!” jawab jin
 
“Coba kau jemput burung gagak jantan yang sedang berada di Pantai Ria, Desa Dekat Agung dan burung gagak betina yang ada di Pantai Mayangkara, Desa Ponggo!”
 
“Hamba laksanakan Ratu!.” jawab pengawal kerajaan sambil menundukkan tubuhnya, kemudian mereka berangkat untuk memanggil ke dua burung gagak tersebut.
 
Tidak lama, dua burung gagak tersebut datang dan menghadap Ratu jin, setelah itu sang sang Ratu berkata “Hai, Gagak, kamu berdua akan mendapat tugas baru yang berat, tetapi sangat mulia, bersediakah engkau?”“Dengan senang hati, Ratu” sembah kedua gagak itu.
 
“Bagus. Memang hanya engkaulah yang dapat melaksanakan amanat ini. Apalagi selama ini kalian telah mengerjakan tugas-tugas kerajaan dengan sangat baik dan berhasil”.
 
“Tugas gerangan apa itu Ratu?” tanya kedua gagak itu.
 
“Begini, kalian berdua sudah waktunya mengetahui keadaan ini, karena kalian telah menjadi pegawai kerajaan yang punya jabatan tinggi. Tapi, sebelumnya saya ingatkan jangan kalian bocorkan rahasia kerajaan ini,” kata Sang Ratu.
 
Kemudian si Ratu menjawab, “kerajaan kita memiliki pohon istimewa yang terdapat ditengah-tengah pulau ini. Berkat pohon itulah kerajaan kita termashur dan disegani oleh kerajaan lainya. Segala bagian pohon itu amat berguna bagi kehidupan ini,” . 
 
“oh ya?” sambung kedua gagak itu.
 
“Akarnya, batangnya, dan rantingnya sebagai tumbal bencana alam, dan bahaya lain. Sehelai daunnya saja, bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan sangat ampuh daya sembuhnya. Bunganya juga berfungsi untuk kekebalan pemiliknya,” kata Ratu Jin.
 
“Hai, sakti amat!” kata kedua burung Gagak.
 
“Nah, kewajibanmu sekarang adalah menjaga pohon itu serta bagiannya. Berjagalah dengan disiplin atas segala gangguan dan ancaman, baik dari luar atau dari dalam kerajaan. Waspadalah selalu ke udara, ke laut atau ke darat. Jika ada mahluk asing yang mencurigakan, segeralah hubungi dan lapor kepada penjaga istana!”
 
Kedua burung gagak tersebut tidak menjawab, mereka hanya memperhatikan perintah Ratunya. Betapa berat tugas yang diberikan ratu. Akan tetapi, mereka bangga karena mendapat kepercayaan dan kehormatan dari Tuannya.
 
Pada suatu hari, burung gagak bertemu dengan seorang pemuda buta (cerita lain menyebut seorang kakek tua) yang sedang berjalan lambat dan berusaha untuk mencari obat untuk menyembuhkan kedua matanya. Melihat pemuda itu, burung gagak pun merasa iba dan kasihan hingga ia melanggar janji mereka kepada Ratu Jin.
 
Wahai pemuda buta, ambil daun pohon besar ini dan usapkan ke kedua matamu yang buta. Maka kau akan dapat melihat lagi,” kata burung gagak kepada pemuda buta. Pemuda tersebut menuruti perinah si gagak dan kedua matanya sembuh bisa melihat secara normal kembali.
 
Mendengar berita itu, Ratu Jin sangat murka, lalu mencabut pohon besar tersebut. Bekas dari cabutan pohon besar itulah yang kemudian menjadi sumber mata air dan terbentuklah sebuah danau. Hingga kini danau itu masih asri, rindang dan juga lekat dengan aura mistis. Danau itu disebut dengan “Danau Kastoba”
 
Demikian sejarah tentang awal mula terbentuknya danau Kastoba. Percaya atau tidak percaya dengan cerita legenda atau asal-usul di atas tergantung dari diri Anda masing-masing. Semoga bermanfaat.
 
Sumber : http://gresikkab.go.id/wisata/danau_kastoba

Hasil Pencarian :